Plastik Arti dan Istilah

Plastik merupakan istilah dari Produk Polimerisasi sintetik atau semi sintetik sumber https://id.wikipedia.org

Plastik dapat dibentuk menjadi Film atau Fiber Sintetik. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam property yang dapat menoleransi Panas, Keras, dan lain lain. Dengan digabungkan beberapa komposisi, kemampuan adaptasinya, beratnya maka plastic dapat digunakan di seluruh bidang industri.biji-or-pelet-plastik

Plastik dikategorikan berdasarkan unsur polimernya ( Vinyl, Polyethilene, Acrylic Silicone, Urethane dll)

Rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain, rantai ini membentukbanyak unit molekul berulang atau “Monomer”. Yang umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, clorine atau belerang. Unsur unsur yang menghubungkan unit momer menjadi kesatuan.

Tali Rapia

Tali Rapia / Rumput Jepang adalah Produk Plastik yang dapat dipergunakan untuk ikat mengikat sebagai bagian dari peralatan kerja. Kami Produksi silahkan contact us.

2016-03-25_14-42-361Area Market Penjualan :

Bali, Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar, Jembrana, Negara, Karang Asem, Klungkung, Tabanan.
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur, Pangkal Pinang.
Banten, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang.
Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Kepahiang, Rejang, Lebong, Muko-Muko, Lebong, Seluma.
Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu.
Boalemo, Bone, Bolango, Gorontalo, Pohuwato.
Batang Hari, Bungo, Jambi, Kerinci, Merangin, Muaro, Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo.
Jawa Barat, Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Depok, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya.
Jawa Tengah, Banjar Negara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Karang Anyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo.
Jawa Timur, Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, Tulung Agung.
Kalimantan Barat, Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Melawi, Pontianak, Sambas, Sanggau, Sekadau, Singkawang, Sintang.
Kalimantan Selatan, Balangan, Banjar, Banjarmasin, Barito, Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin.
Kalimantan Tengah, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kota Waringin Barat, Kota Waringin Timur, Lamandau, Murung Raya, Palangka Raya, Pulang Pisau, Seruyan, Sukamara.
Kalimantan Timur, Balikpapan, Berau, Bontang, Bulungan, Kutai, Kutai Barat, Kutai Timur, Malianu, Nunukan, Pasir, Penajam Paser Utara, Samarinda, Tarakan.
Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Metro Tanggamus, Tulang Bawang, Way Kanan.
Nusa Tenggara Barat, Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Mataram, Sumbawa, Sumbawa Barat.
Ambon, Aru, Kepulauan Buru, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, Seram Barat, Seram Timur.
Maluku Utara, Halmahera, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Suta, Maluku Barat, Maluku Utara, Ternate, Tidore Kepulauan.
Nusa Tenggara Timur, Alor, Belu – Atambua, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Manggarai Barat, Ngada Rote, Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara.
Papua, Asmat, Biak, Nomfoor, Boven, Digoel, Fak-Fak, Jaya Pura, Jaya Wijaya, Keerom, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, Sarmi, Tolikara, Waropen, Yahukimo, Yapen, Waropen.
Papua Barat, Kaimana, Manokwari, Sorong Selatan, Supiori, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wandana.
Riau, Bengkalis, Dumai, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar Kuantan, Singingi, Pekan Baru, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak.
Batam, Karimun, Kepulauan Riau, Lingga, Natuna, Tanjung Pinang.
Sulawesi Barat, Banggai, Morowali, Mamuju.
Sulawesi Selatan, Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Majene, Makasar, Mamuju Utara, Maros, Palopo, Pangkajene, Kepulauan Pare Pare, Pinrang, Polewali, Mamasa, Selayar, Sendereng, Rappang, Sinjai, Soppeng, Takalar, Tanah, Toraja, Wajo, Watampone.
Sulawesi Tengah, Buol, Donggala, Palu, Parigi, Mountong, Poso, Toli Toli.
Sulawesi Tenggara, Buton, Bombana, Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Kota Bau Bau, Konawe Selatan, Muna, Wakatobi.

Plastik Solusi Pembuatan Kendaraan Ringan dan Bahan Bakar

Plastik akan menjadi bagian besar solusi dari sebuah kendaraan komersial. Perusahaan-perusahaa raksasa pengiriman berharap Kendaraan Ringan akan membantu mereka memotong biaya Pemakaian Bahan Bakar.

Ditulis paperplastik.com, Beberapa Perusahaan Pengiriman Amerika saat ini sedang menguji lima kendaraan yang dimodifikasi dan  dikembangkan oleh Utilimaster Corp dan Isuzu Truk Komersial, yang memiliki kulit komposit, lantai dan atap Plastik struktural dan bumper injeksi dibentuk. Dengan peningkatan Pemakaian Plastik dijanjikan efisiensi bahan bakar 35 persen atau lebih selama Kendaraan melakukan pengiriman standar, Jangkauan juga diharapkan memiliki pelanggan lain di papan segera.

Perusahaan Pengiriman telah melihat beberapa cara untuk memotong biaya konsumsi bahan bakar. Dengan menggunakan bahan bakar alternatif – termasuk plug-in mesin listrik dan motor didukung oleh gas alam.

Kendaraan Tradisional dibuat dari aluminium, langkah – dibuat dengan panel body aluminium terhubung ke mendukung struktur vertikal.

Utilimaster dan Isuzu Truk Komersial, yang berbasis di Livonia, Mich, mengembangkan Jangkauan sejak 2008 untuk memenuhi permintaan dari pelanggan untuk kinerja bahan bakar yang lebih baik dan Kendaraan Ringan terbuat dari Plastik.

Bagaimana Plastik menjadi Solusi pada Kendaraan ? kita tunggu saja

Plastik digunakan mengubah Air Laut menjadi Air Tawar Bersih

Sungguh Plastik yang mudah di produksi dan Melimpahnya air Laut di Bumi ini menimbulkan beberapa Pertanyaan ?
Apakah Air Laut bisa dikonsumsi ?
Jawabnya Bisa, Puluhan, Ratusan, Ribuan warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai, yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sedang air laut yang dimiliki sangat melimpah banyaknya dapat merubah air laut menjadi air tawar.

Bagiamana hubungan Plastik dengan air laut menjadi air tawar ?
Jawabnya Pada proses teknologinya.

Bagaimana Cara air laut dapat menjadi air tawar ?
Caranya dengan memanfaatkan Teknologi air laut, Teknologi Air laut yang digunakan untuk merubah Air Laut Menjadi Air Tawar lebih Umum disebut WaterPyramid. Cara kerja alat ini sangat sederhana, sinar matahari yang tembus lewat tenda Plastik Piramida dan menaikkan tenda Plastik Piramida hingga 70 derajat celcius maka air asin yang berada didalam akan mengembun pada dinding tenda, dan akan menetes melalui saluran bawah yg ada pada dasar piramida Plastik yg sudah dibuat. tetesan itu disebut destilasi, atau yg bisa disebut air tanpa garam dan bakteri.
WaterPyramid sederhana juga bisa kita buat dengan modal yang sangat ringan. Cukup dengan menggunakan Plastic bening dan Bak/Ember. Caranya, bentangkan Plastic di atas air laut/asin, kemudian di tengah-tengah Plastic taruh batu sebagai pemberat sehingga Plastic akan condong ke bawah. Di bawah plastic yang atasnya terdapat batu tadi taruh bak/ember. Maka air laut akan menguap, mengembun di plastic, kemudian akan menetes di bak/ember tadi. Sehingga Air ini sudah tidak asin lagi dan siap untuk dikonsumsi. sumber: http://onenewsolution.com

Plastik dari Buah Jeruk

Penelitian bidang kimia dan biologi di Cornell University, New York, Amerika Serikat terhadap Kulit Buah Jeruk. Sangat luar biasa Kulit Buah Jeruk berhasil dirubah menjadi Plastik, Bagaimana carnya ?

Proses awal pembuatan polimer dengan menggunakan limonen oksida sebagai molekul pendukung baru dan karbondioksida menggunakan katalis dalam penelitian di laboratorium. Limonin oksida adalah sejenis karbon dalam bentuk senyawa kimia yang terdapat pada 300 jenis tanaman. Pada buah jeruk, lebih dari 95 persen minyak yang mengandung senyawa tersebut terdapat pada kulit buah jeruk.

Pada skala industri minyak kulit jeruk ini diekstraksi untuk berbagai macam kegunaan, salah satunya pembersih rumah tangga yang memiliki bau pohon jeruk. Minyak ini kemudian dapat dioksidasi sehingga menghasilkan limonin oksida. Senyawa ini tergolong reaktif yang digunakan sebagai senyawa building block (komponen utama plastik). Building block lainnya digunakan adalah karbondioksida, yang dikenal sebagai gas atmosfer yang terus meningkat terutama abad ini. Gas ini sebagian besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, maupun batubara).

Penggunaan katalis untuk menggabungkan limonen oksida dan karbondioksida dibutuhkan untuk memproduksi polimer baru yang dikenal sebagai Polilimonin karbonat. Polimer ini ternyata memiliki banyak karakteristik yang sama seperti Polistiren. Polistiren bahan plastik yang dibuat dari minyak bumi dan banyak digunakan dalam Produk Plastik yang bisa dibuang.

Hasil yang di harapkan Mainan anak diproduksi dari kulit buah jeruk dapat diwujudkan dan menjadi Product Ramah. Sumber:Chemistry

Jenis-Jenis Plastik dan Istilah Produksi Plastik

Plastik di produksi berdasarkan jenis-jenisnya  antara lain :

1. PET atau PolyEthylene Terephthalate adalah Jenis Plastik yang hanya bisa sekali pakai, seperti biasa Botol air Mineral dan hampir semua Botol minuman lainnya. Jika pemakaiannya dilakukan secara berulang, terutama menampung air panas, lapisan polimer botol meleleh mengeluarkan zat karsinogenik dan dapat menyebabkan Kanker.

2. HDPE atau High Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang Aman jika dibandingkan dengan Jenis Plastik PET karena memiliki sifat tahan terhadap suhu tinggi. Sering dipakai untuk Botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, Botol Galon air minum, dan lain-lain. Meski demikian, jenis plastik disarankan untuk tidak dipakai berulang.

3. PVC atau PolyVinyl Chloride merupakan Jenis Plastik yang sulit didaur ulang, seperti botol-botol Plastik dan Plastik Pembungkus. Jangan gunakan Plastik jenis ini untuk membungkus makanan karena jenis plastik ini memiliki kandungan PVC atau DEHA yang berbahaya untuk Ginjal dan Hati.

4. LDPE atau Low Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang bisa didaur Ulang, baik dipakai untuk tempat minuman maupun makanan.

5. PP atau PolyPropylene juga baik digunakan untuk tempat minuman maupun makanan. Jenis Plastik semacam ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah dan biasanya digunakan untuk botol minum bayi.

6. PS atau PolyStyrene merupakan Jenis Plastik yang digunakan untuk tempat minum atau makanan sekali pakai. Mengandung bahan bahan Styrine yang berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan sistem saraf.  Sumber http://argamazuplastik.com

Pengertian Plastik dan Sejarah Plastik

Untuk mengurangi kekeliruan pemahaman kita tentang plastik, sebaiknya kita ketahui dulu apa pengertian, jenis, manfaat, dan bahaya dari plastik tersebut.
Plastik dapat diartikan sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya. Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada serat.
Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an, plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini terbukti dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak.
Tiap tahun, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005 plastik dicetak sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya kebutuhan orang akan plastik sebab hampir semua bahan dan alat yang kita gunakan terbuat dari plastik, semisal botol, sandal, tas, keranjang, ember, dan gelas.
Plastik menjadi primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski bersifat hampir sama dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat dan mahal. Akhirnya, hal itu yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin tinggi.
Sedangkan sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma hampir setiap tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastik. frans ekodhanto
Sejarah Plastik
Plastik menggantikan bola biliar yang semula terbuat dari semen. Adalah Alexander Parkes, orang yang pertama kali memperkenalkan istilah plastik. Ketika itu, Parkes memperkenalkannya di sebuah Great International Exhibition di London pada 1892.
Salah satu hasilnya adalah ketika bola biliar yang semula terbuat dari semen digantikan dengan bahan temuan Hyatt ini. Sayangnya, temuan Hyatt dianggap kurang bagus sebab jenis plastik ini sangat mudah meleleh di udara panas dan akhirnya bentuknya rusak. Ketika selulosa dijadikan bahan pembuat film yang kemudian disebut seluloid pada awal 1900.
Dalam waktu hampir bersamaan, tepatnya 1897, muncul jenis plastik lain bernama formaldehyde resins atau disebut bakelit. Namun, jenis plastik ini kemudian disebut sebagai plastik modern. Salah satu produk yang terkenal ketika itu adalah ketika jenis ini digunakan sebagai campuran pembuat kapur tulis.
Plastik jenis ini mencampur antara formaldehyde resin dengan teknik pembuatan dengan elektrisitas (listrik). Plastik milik Smith bersifat lebih keras dan kaku.
Secara garis besar, pada 1839 – 1894 merupakan era kemunculan plastik jenis semisintetis. Sedangkan pada awal abad ke-20 (1908 – 1932) merupakan era paling produktif munculnya jenis-jenis plastik, mulai dari plastik yang kemudian dijadikan benang (nilon), PVC yang lebih elastis, hingga “si busa putih bernama Styrofoam temuan Ray McIntire pada 1954”.
Memasuki era modern, 1940 – 1980, material pembuat plastik bukan hanya dari selulosa, alkohol, atau resin, namun ada yang dicampur kristal. Yang sifatnya kaku, awet, dan bening transparan seperti kristal. Plastik jenis ini kemudian banyak digunakan sebagai kaca lampu kendaraan atau lampu-lampu lainnya.

Plastik dan “Bom” Blasting

Plastik dan Bom lebih banyak memiliki arti dan makna negatif seperti Plastik dengan sampah dan Bom dengan pembunuhan Nyawa, tetapi yang perlu kita ketahui dalam arti dan makna positif dimana Plastik dan Bom untuk kebutuhan pemanfaatan waktu kerja yang lebih efektif dan efisien.

Plastik dan Bom adalah 2 hal yang saling terkait dalam industri pertambangan untuk proses Blasting atau Bom atau Peledakan. Proses Blasting dalam industri Pertambangan harus dilakukan karena akan memudahkan pekerjaan, menghemat biaya dan mempercepat waktu kerja.
Proses Blasting dilakukan dengan membuat lubang pada daerah yang ditentukan dengan ukuran diameter tertentu. Setelah lubang dibuat maka proses selanjutnya menanamkan Plastik Blasting kedalam Lubang dengan mengisi material Blasting lainnya (Blasting Equipment). Dan Peledakan dapat dilakukan setelah semua proses Keselamatan dilaksanakan.

Plastik Ramah Lingkungan Proses Daur Ulang Cepat

Sebuah Angka Penelitian tentang analisa Daur Ulang diberbagai Negara antara lain : Perancis, Jerman, Polandia, Spanyol, UK, USA, Canada dan Inggris menunjukan bahwa daur ulang setiap Negara berbeda dari satu negara ke negara lain.

Faktor kunci untuk mencapai Daur Ulang yang tinggi dan berhasil dengan tingkat pemulihan yang dilakukan dengan berbagai cara termaksud Pembatasan Pembuangan Sampah atau Pengolahan Sampah menjadi Product yang bermanfat.

Plastik adalah bagian dari hidup kita yang selalu menjadi kebutuhan. Saat ini Kantong Plastik kerap di tuding sebagai salah satu benda perusak Lingkungan masalahnya ? Plastik tidak mudah terurai atau tidak cepat hancur melainkan harus menunggu 500 sampai dengan 1.000 tahun untuk proses pelenyapannya. 100 persen masyarakat di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya kurang dari 1 persen yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Bahkan tidak seorang pun bersedia ketempatan sampah, meskipun itu hasil buangan dirinya sendiri.

Saat ini rata-rata orang menghasilkan sampah 0,5 kg dan 13 persen di antaranya adalah Plastik
Maka kita harus Bijak dalam menggunakan Plastik atau kita juga harus ikut Peduli dan mengetahui bahwa Plastik terdiri dari Berbagai Jenis. Dimana saat ini Plastik yang dihasilkan dari proses produksi sudah Ramah Lingkungan sehingga proses Daur Ulang tidak membutuhkan waktu lama dan hanya butuh waktu lebih kurang 2 tahun.

Namun hanya beberapa beberapa Negara yang telah menciptakan Product Plastik yang ramah Lingkungan diantaranya Canada dan Inggris. Dan kini indonesia juga menjadi salah satu Negara yang telah menciptakan Plastik Ramah Lingkungan. Salah satu pengguna Plastik ini adalah Carr…., Indom.., Alf…, dan sebagainya.

Maka gunakan dengan bijak dan Dapatkan Plastik yang Ramah Lingkungan.

Masa Depan Plastik Menjadi Solusi Penghantar Arus Listrik

Rusia, Amerika, Canada, Semua Negara Eropa, Semua Negara Asia diselimuti masalah kantong plastik. Produsen Kantong Plastik berkata, limbah Plastik jadi masalah, karena toko-toko masih membagikannya dengan gratis. “Pengusaha Pabrik Kantong Plastik”, “Seluruh toko dari kategori harga menengah dan atas memberikan kantong gratis. Seharusnya pemberian kantong Plastik berlaku untuk toko dari kategori harga menengah bawah.
Namun solusi dari semua sampah yang ada adalah proses Daur Ulang, yang mana cara ini untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan. Daur ulang tidak berarti buruk, ini berarti kantong plastik digunakan untuk “semua”.
Proses pengembangan Daur Ulang masa Depan Plastik sudah yaitu mengubah Plastik menjadi Penghantar Arus Listrik, para peneliti menempatkan film logam tipis di atas lembaran plastik lalu menyatukannya pada permukaan polimer dengan menggunakan sinar ion. Metode ini ternyata dapat digunakan untuk membuat film plastik yang murah, kuat, lentur, serta memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus listrik.
Pengembangan telah berhasil menggunakan sinar ion untuk menyesuaikan sifat Film Plastik agar dapat menghantarkan Listrik seperti halnya pada logam yang dipakai pada kabel Listrik.
Untuk mendemonstrasikan potensi penerapan materi baru ini, tim peneliti membuat termometer tahanan listrik yang sesuai dengan standar industri.